sudah lewat tengah malam
dingin mengelus pipi ketika pintu kubuka
hujan meninggalkan jejaknya di tanah
dan di daun-daun
malam yang mustinya melelapkan
tak mampu membujuk mataku agar tidur
mungkin akan kujelajahi pula malam ini
dengan mata tetap nyalang
menyongsong fajar
di sini
di tengah pasar rakyat yang terbuka
satu satu pedagang sayur bermunculan
mereka datang dari kampung
berbekal harapan mendapat cukup rezeki
mereka jajakan dagangannya di jongko
atau di jalan beralaskan plastik
aku berdiri di depan kantorku
sekali-kali tersenyum dan membalas sapaan mereka
sekali-kali kutatap langit yang hitam
kuingin hujan tak usah datang lagi kali ini
agar harapan tak musnah tergerus
agar kembali ke kampung
dengan hati sehangat mentari pagi
-0-
Merah Putih Indonesiaku di Blogdetik
6 months ago





Post a Comment